Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara ternak burung hantu Tyto Alba yang benar agar cepat produk

gambar burung hantu tyto alba jantan dan betina
Burung Hantu Tyto Alba
Onkicau.com – Burung hantu memang kurang diminati oleh para penggemar burung karena suara dan penampilannya terkesan menyeramkan. Selain itu, burung hantu juga sering dikaitkan dengan hal-hal berbau mistis sehingga membuat sebagian orang takut untuk memeliharanya.

Tapi meskipun memiliki penampilan yang menyeramkan dan penuh mitos, ternyata burung hantu bisa di manfaatkan sebagai pembasmi hama tikus, terutama burung hantu jenis Tyto Alba karena burung hantu jenis ini merupakan predator alami tikus dim alam bebas.

Tyto Alba sering dimanfaatkan sebagai pengendali hama tikus oleh para petani karena di antara sekian banyak species burung hantu, jenis Tyto Alba yang terbukti paling efektif untuk mengendalikan hama tikus.

Selain itu, Tyto Alba juga memiliki beberapa kelebihan dibanding burung hantu jenis lainnya, di antaranya:

1. Memiliki ukuran tubuh relatif lebih besar dibanding spesies burung hantu yang lain.

2. Memiliki kemampuan managkap dan memangsa tikus yang cukup baik.

3. Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

4. Bisa berkembang biak dengan cepat.


Dalam satu tahun burung hantu Tyto Alba bisa bertelur sebanyak dua kali, yaitu pada bulan Mei sampai bulan Juli. Telur-telurnya akan ditempatkan didalam lubang pohon yang tinggi atau di bekas sarang burung pemangsa lain.

Jumlah telur yang dihasilkan burung Tyto Alba betina bisa bervariasi antara 5 - 11 butir dalam satu kali musim kawin. Ukuran telurnya sedikit lebih kecil dari telur ayam kampung dengan cangkang telur berwarna putih.

Telur-telur tersebut dihasilkan dalam jangka waktu 2 - 3 minggu karena indukan Tyto Alba tidak bertelur setiap hari. Biasanya masa peletakkan telur berlangsung setiap 1 - 3 hari sekali.

Ketika telur yang dihasilkan sudah berjumlah 3 - 4 butir, indukan burung hantu Tyto Alba akan mulai mengerami telurnya sambil terus kawin dan terus bertelur. Burung ini akan berhenti bertelur setelah telurnya mencapai 11 butir.

Karena masa bertelur dan mengeram yang berbeda, maka masa penetasan telurnya juga tidak seragam. Telur pertama sampai telur keempat biasanya menetas secara bersamaan karena masa pengeramannya dimulai pada waktu bersamaan. Sedangkan telur kelima sampai telur terakhir masa tetasnya akan mundur masing-masing 2 - 3 hari. Dengan demikian, waktu penetasan telur menjadi lebih lama, yaitu sekitar satu bulan.


Perbedaan masa tetas telur tersebut menyebabkan tingkat pertumbuhan tiap kelompok penetasan menjadi tidak sama. Anakan Tyto Alba yang tertua biasanya paling kuat makan dan lebih dominan dalam berebut makanan.

Sedangkan anakan Tyto Alba paling muda selalu kalah dalam berebut makanan sehingga tubuhnya paling lemah dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain. Akibatnya, pertumbuhan anakan burung yang paling muda sering terganggu, bahkan sering tumbuh kurang normal dan bahkan tidak bisa bertahan hidup.

Dari sekian banyak telur yang dihasilkan terkadang banyak pula telur yang tidak menetas. Kegagalan penetasan telur biasanya terjadi pada saat rawan pangan karena waktu untuk mengeram digunakan untuk mencari makan.

Tapi kegagalan perkembang biakan Tyto Alba juga dapat disebabkan oleh sifat kanibalisme induk, suhu, dan kelembaban udara  yang ekstrim serta serangan hama ataupun penyakit.

Sifat kanibalisme induk Tyto Alba sering muncul pada saat paceklik, yaitu pada saat tikus sukar didapat sehingga anakan yang paling lemah dan terkecil seringkali menjadi sasaran sifat kanibalisme induknya, kemudian menyusul anak yang agak kuat.

Jika kelangkaan makanan terus berlanjut maka semua anakan yang dihasilkan akan dimangsa oleh induknya sendiri.
gambar piyik burung hantu tyto alba
Telur & Piyik Burung Hantu Tyto Alba

Perkembangbiakan burung hantu Tyto Alba sangat dipengaruhi oleh populasi tikus sebagai pakan alaminya. Jumlah anakan yang berhasil mencapai umur dewasa hanya sekitar 3 - 4 ekor saja. Rendahnya angka populasi burung hantu dipengaruhi oleh faktor ketersediaan pakan dan keamanan lingkungan habitatnya.

Jika anakan burung hantu Tyto Alba dapat hidup dan tumbuh besar maka pada saat mencapai umur sekitar 2,5 - 3 bulan akan mulai meninggalkan induk dan saudara-saudaranya untuk mencari tempat baru.

Pada usia sekitar 8 bulan, Tyto Alba muda akan mencari pasangan hidupnya kemudian akan kawin dan berkembang biak terus menerus setiap 4,5 - 5,5 bulan sekali.

Burung hantu Tyto Alba dapat dikembangbiakkan dengan cara ditangkarkan. Tapi untuk menangkarkan burung ini membutuhkan kandang yang cukup luas dan sarang yang menyerupai dihabitat aslinya serta ketersediaan tikus yang cukup sebagai suber makanannya.

Dengan ketersediaan tikus yang cukup maka burung hantu Tyto Alba yang ditangkarkan bisa mendapatkan pakan minimal 2 ekor tikus setiap hari untuk satu ekor burung hantu.

Jika melihat prospeknya, dari mulai tingkat kebutuhan tiap areal pertanian, permintaan dan biaya yang dikeluarkan untuk pengendalian hama tikus, maka penangkaran burung hantu Tyto Alba dapat menjadi peluang usaha yang menguntungkan. Selain itu, cara budidaya, biaya perawatan dan pemelihaaraannya juga relatif mudah dan murah.


Berikut ini cara beternak burung hantu Tyto Alba yang benar agar cepat produk:
gambar sepasang indukan burung hantu tyto alba
Indukan Burung Hantu Tyto Alba
1. Memilih calon indukan

Calon indukan burung hantu Tyto Alba yang nantinya akan ditangkarkan minimum harus sudah berusia 3 bulan atau yang sudah bisa dipastikan berjenis kelamin jantan dan betina.

Ciri-ciri burung hantu Tyto Alba jantan dapat dikenali dari bulu leher bagian depannya yang berwarna putih berbintik hitam dengan ukuran tubuh lebih kecil. Sedangkan ciri-ciri burung hantu Tyto Alba betina dapat dikenali dari bulu leher bagian depannya yang berwarna kuning berbintik hitam dan ukuran tubuhnya lebih besar dari yang jantan.

2. Proses perjodohan

Untuk menjodohkan indukan burung hantu Tyto Alba bisa dilakukan dengan melepaskan beberapa pasang burung hantu Tyto Alba didalam satu kandang penangkaran (polier / aviary) yang cukup besar karena burung hantu biasanya akan memilih pasangannya sendiri-sendiri. Perjodohan secara paksa tidak dianjurkan karena burung hantu mudah sekali mengalami stress.

3. Menyiapkan kandang penangkaran

Kandang penangkaran untuk burung hantu Tyto Alba bisa dibuat dengan konstruksi besi yang ditutup kawat strimin berukuran 1,5 cm x 1,5 cm. Ukuran kandang penangkaran yang ideal untuk Tyto Alba adalah 2 m x 3 m x 4 m. Usahakan kandang penangkaran ditempatkan dilokasi yang sejuk dan jauh dari keramaian.

Kandang ternak juga perlu dilengkapi dengan kotak pagupon (rumah burung), tenggeran dan tempat air minum. Bagian alas dan pinggir kandang sebaiknya diplester dengan semen dan diberi tembok setinggi 0,5 m.

Konstruksi kandang seperti ini akan memudahkan dalam membersihkan kotoran dan mencegah tikus yang diberikan pada burung hantu Tyto Alba sebagai pakan lari keluar kandang.

4. Perawatan Indukan Tyto Alba

Selanjutnya biarkan indukan burung hantu Tyto Alba yang sudah berjodoh melakukan perkawinan dan berkembang biak. Tugas peternak selanjutnya hanya memberikan pakan, air minum dan membersihkan kandangnya secara rutin agar indukan burung hantu Tyto Alba yang ditangkarkan selalu sehat dan dapat berkembang biak dengan baik.
gambar anakan burung hantu tyto alba jantan dan betina
Anakan Burung Hantu Tyto Alba

Demikian sedikit informasi tentang cara ternak burung hantu Tyto Alba yang benar agar cepat produk yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar burung hantu dapat dibaca pada artikel On Kicau lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Cara ternak burung hantu Tyto Alba yang benar agar cepat produk"