Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Ternak Merpati Pedaging Agar Cepat Produk

gambar burung merpati pedaging / merpati potong
Burung Merpati
Onkicau.com – Merpati merupakan jenis burung yang mudah jinak dan bisa di umbar atau dilepas diluar kandang karena burung ini akan kembali ke kandangnya sendiri seperti halnya ayam kampung.

Ada beberapa jenis burung Merpati yang banyak dipelihara oleh masyarakat Indonesia, baik hanya untuk menyalurkan hobi atau untuk mendapatkan penghasilan.

Ada 3 jenis burung Merpati yang banyak dipelihara, yaitu:

1. Merpati potong / Merpati pedaging: Merpati jenis ini biasanya sering dibudidayakan untuk dimanfaatkan dagingnya.

2. Merpati balap / Merpati kolongan: Merpati jenis ini biasanya dipelihara untuk dilombakan. Berbeda dengan Merpati potong, Merpati balap membutuhkan perawatan dan perlakuan khusus untuk memaksimalkan performa dan staminanya agar bisa tampil maksimal ketika dilombakan.

3. Merpati hias: Merpati jenis ini biasanya dipelihara sebagai burung hias karena memiliki penampilan dan warna bulu yang cantik.

Dari ketiga jenis burung Merpati tersebut, yang paling banyak dipelihara adalah Merpati pedaging karena selain harganya lebih murah dan mudah dalam perawatannya, Merpati jenis ini juga mudah dibudidayakan.

Saat ini sudah banyak warung makan atau restoran yang menyajikan olahan kuliner daging burung Merpati / burung Dara. Hal itu tentunya bisa menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan karena peminat olahan daging burung Merpati cukup banyak.


Berikut ini cara beternak Merpati pedaging yang benar agar cepat produk:
gambar indukan merpati pedaging
Indukan Merpati Jantan & Betina
1. Menyiapkan kandang ternak

Untuk beternak Merpati pedaging tentunya harus menyiapkan kandang penangkaran terlebih dulu. Kandang untuk Merpati potong / pedaging sebaiknya dibuat dengan model sekat-sekat seperti kubus dan diberi lubang dibagian depan sebagai jalan keluar masuk.

Kandang untuk budidaya Merpati pedaging bisa ditempatkan dibelakang rumah atau disamping rumah. Yang terpenting mudah untuk mengawasinya dan juga harus terhindar dari jangkauan hewan predator seperti tikus, kucing, ular atau yang lainnya.

2. Menyiapkan indukan Merpati

Agar burung Merpati bisa cepat berkembang biak, pilihlah indukan Merpati jantan dan Merpati betina yang sehat supaya produktivitasnya tinggi.

Berikut ini beberapa ciri-ciri burung Merpati jantan dan betina yang bagus untuk dijadikan indukan:

- Pilihlah indukan Merpati yang sehat dan aktif serta tidak memiliki cacat fisik.

- Pilihlah indukan Merpati yang bulu-bulunya halus, rapi dan mengkilap.

- Burung Merpati yang akan dijadikan indukan harus sehat (tidak dalam keadaan sakit) dan memiliki mata yang bening (tidak berair).

- Pilihlah indukan burung Merpati yang usianya belum terlalu tua.

Jika kita membeli burung Merpati yang belum berjodoh sebaiknya pilihlah yang usianya sekitar 2 - 3 bulan. Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam proses penjinakan dan perjodohannya.

Karena jika kita beli burung Merpati yang usianya sudah tua biasanya ketika dilepaskan akan kembali lagi ketempat pemiliknya yang lama.


3. Proses perjodohan

Untuk mempercepat proses budidaya sebaiknya belilah burung Merpati yang sudah berjodoh dan sudah pernah produk karena tinggal meneruskan saja tanpa harus repot untuk menjodohkannya.

Tapi jika membeli burung Merpati yang belum berjodoh maka harus dijodohkan dulu. Untuk proses penjinakan dan perjodohan sebaiknya burung Merpati dipelihara dibawah terlebih dulu untuk mengenalkan lingkungan dan pemilik barunya sampai berjodoh, atau sekitar umur 4 - 6 bulan barulah burung Merpati bisa dilepaskan dikandang ternak yang sudah dipersiapkan.

Jika burung Merpati sudah berjodoh dan sudah memasuki masa kawin maka indukan burung Merpati akan melakukan perkawinan. Setelah 2 - 3 hari masa perkawinan biasanya burung Merpati akan giring (Merpati jantan akan mengejar-ngejar Merpati betina).

Setelah berusia 4 - 6 bulan biasanya burung Merpati akan mulai memasuki masa kawin dan akan mulai bertelur. Rata-rata Merpati betina akan bertelur sekitar 3 - 4 butir dan akan di erami selama 19 - 22 hari sampai menetas.

Setelah telur-telurnya menetas, indukan Merpati akan merawat piyik-piyiknya sampai berumur sekitar 28 hari. Setelah itu burung Merpati akan mulai kawin lagi, bertelur, mengerami dan merawat anak-anaknya lagi.


4. Pemberian pakan

Pemberian pakan untuk burung Merpati palasan / umbaran yang dibiarkan hidup liar diluar kandang sangat mudah karena cukup disebarkan di tanah saja maka burung-burung Merpati tersebut akan turun dan berebut makanan yang disebarkan.

Tapi jika punya waktu luang sebaiknya biasakan untuk memberi makan langsung dari tangan dengan menaruhnya ditelapak tangan. Cara ini bertujuan untuk menjalin ikatan batin antara burung Merpati dan pemiliknya.

Hal itu juga memudahkan untuk menghitung jumlah burung Merpati yang dipelihara dan memudahkan untuk memantau kesehatannya.

Jenis pakan yang paling disukai burung Merpati adalah biji-bijian seperti jagung, gabah, kacang-kacangan dan kedelai. Burung Merpati bisa diberi pakan 2 kali sehari, yaitu setiap pagi dan sore hari, sedangkan untuk air minum harus selalu tersedia disekitar kandangnya.

5. Kebersihan kandang

Burung Merpati memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat sehingga tidak mudah sakit atau mati. Tapi sebaiknya kandangnya dibersihkan secara rutin agar burung Merpati selalu sehat dan bisa berkembang biak dengan baik.

6. Masa panen

Anakan burung Merpati pedaging bisa dipanen pada usia sekitar 2 bulan untuk dijual pada pengepul atau langsung dijual ke rumah makan dan restoran yang menjual olahan masakan daging burung Merpati / burung Dara.

Burung Merpati termasuk jenis burung yang memiliki produktivitas tinggi, jadi semakin banyak indukan Merpati yang ditangkarkan maka anakan yang dihasilkan akan semakin banyak dan perputarannya juga lebih cepat.

Jangan lupa untuk mengganti indukan Merpati yang sudah tuah atau yang sudah tidak produktif dengan indukan Merpati yang masih muda agar usaha budidaya Merpati pedaging bisa terus berjalan dan berkembang.


Demikian sedikit informasi tentang cara budidaya Merpati pedaging / Merpati potong yang benar agar cepat produk yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar burung Merpati dapat dibaca pada artikel On Kicau lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Cara Ternak Merpati Pedaging Agar Cepat Produk"